pkmwonokarto@gmail.com +62 812-1741-1941

Skrining Mandiri TBC

MY BESTI merupakan sebuah gerakan bersama dalam upaya menanggulangi penyakit TBC di Wilayah Puskesmas WonokartoTBC menular melalui percikan dahak yang mengandung kuman TBC yang terpercik ke udara. 75% penderita TBC adalah usia produktif. Sayangnya, mereka sering terlambat datang ke fasilitas kesehatan. Dalam upaya peningkatan deteksi dini, Puskesmas Wonokarto menyediakan kanal web skrining mandiri gejala dan faktor risiko penularan TBC


Tentang Tuberkulosis

Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

TBC menular melalui percikan dahak yang mengandung kuman TBC yang terpercik ke udara. Percikan terjadi saat pasien TBC tipe menular batuk dan bersin.

Gejala Utama

Batuk berdahak/tidak selama 2 minggu/lebih, namun pada orang HIV Positif, batuk sering kali bukan gejala TBC yang khas, sehinga gejala batuk tidak harus selalu selama 2 minggu/lebih.


Gejala Tambahan :

Batuk lebih 2 minggu
Batuk campur darah

Temukan TBC

Jangan khawatir, yuk periksa TBC ke puskesmas. Jika kamu sakit TBC, segera lakukan pengobatan TBC sampai sembuh yaa.

Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penyelesaian pengobatan hingga tuntas dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memastikan rumah mendapatkan sinar matahari dan ventilasi udara yang memadai, memakai masker, serta menerapkan etika batuk yang benar.

Yuk, sebarkan informasi ini ke orang-orang yang kamu sayangi!⁣⁣

Mulai Skrining

Masih bingung soal TBC?

Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). TBC bukan disebabkan oleh guna-guna atau kutukan. TBC juga bukan penyakit keturunan. Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ atau bagian tubuh lainnya (misalnya: tulang, kelenjar, kulit, dll). TBC dapat menyerang siapa saja, terutama menyerang usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. TBC dapat menyebabkan kematian. Apabila tidak diobati, 50% dari pasien akan meninggal setelah 5 tahun.

Pasien TBC paru menyebarkan kuman TBC dalam bentuk droplet (percikan dahak). Kuman TBC keluar di udara Ketika Pasien TBC batuk, bersin atau berbicara. Kuman TBC dapat bertahan hidup beberap jam dalam ruangan yang tidak terkena sinar matahari. Mereka yang tinggal dalam satu ruangan bersama penderita TBC Paru, berpotensi menghirup kuman TBC. Kuman terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Beberapa kondisi yang meningkatkan resiko seseorang tertular TBC

  • Kontak erat dengan penderita TBC
  • Tinggal di daerah padat penduduk, ventilasi rumah tidak bagus sehingga tidak ada pertukaran udara dan sinar matahari tidak masuk
  • Berkumpul dengan banyak orang seperti di tempat kerja, asrama/pesantren, sekolah, panti dan lain-lain.
  • Orang yang bekerja dengan bahan kimia yang beresiko menimbulkan paparan infeksi paru.
  • Orang dengan penyakit HIV.
  • Orang dengan penyakit Diabetes Melitus / kencing manis.
  • Orang dengan status gizi rendah.

Mereka yang sedang dalam kondisi seperti diatas dan bergejala TBC, harus segera dirujuk ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat diobati jika terdiagnosis TBC

Flek tidak sama dengan TBC. Flek adalah gambaran kelainan pada paru-paru yang ditemukan pada hasil foto toraks/ Rontgen yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya: polusi udara, merokok, TB, radang paru-paru dan lain-lain. Namun untuk memastikan, segera fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan.

Merokok tidak menyebabkan TBC, namun merokok dapat menurunkan fungsi paru, sehingga mempermudah terkena TBC.

Belum tentu, namun perlu diwaspadai dan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik Swasta, Rumah Sakit).

Pengobatan TBC pada Orang Dewasa Pengobatan berlangsung selama 6 bulan. Terbagi menjadi 2 tahap :
  • Tahap Awal : Obat diminum setiap hari selama 2 bulan
  • Tahap Lanjutan : Obat diminum 3 kali seminggu selama 4 bulan. Untuk beberapa kelompok pasien seperti pasien TBC-HIV, pasien pengobatan ulang dan pasien TBC yang dirawat di rumah sakit, obat diminum setiap hari
Pengobatan TBC pada Anak Pengobatan berlangsung selama 6 bulan. Terbagi menjadi 2 tahap :
  • Tahap Awal Obat diminum setiap hari selama 2 bulan
  • Tahap Lanjutan Obat diminum setiap hari selama 4 bulan. Untuk menjamin kepatuhan minum obat, penderita TBC harus didampingi oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) PMO dapat berasal dari keluarga penderita TBC, kerabat, tetangga atau kader kesehatan.

Kesembuhan pasien TBC ditentukan oleh pasien TBC, keluarga dan lingkungan sekitar.
Pasien TBC
  • Minum obat sesuai jadual sampai tuntas
  • Patuhi jadual dan lama pengobatan
  • Ikutilah anjuran dokter
  • Jangan menghentikan pengobatan sendiri
  • Jangan malu mengakui bahwa anda sakit
  • Bila ingin pindah berobat mintalah surat rujukan
Keluarga Pasien TBC
  • Lakukan pengawasan minum obat pada pasien
  • Jangan mengucilkan pasien TBC
  • Upayakan gizi seimbang
  • Lakukan pemeriksaan bagi anak-anak yang tinggal serumah
  • Bila anda tertular patuhilah jadwal pengobatan
Lingkungan Sekitar Pasien TBC
  • Jangan mengucilkan pasien TB
  • Pasien TB yang sudah sembuh dapat bekerja kembali, pasien TB tidak harus diberhentikan
  • Jadilah PMO untuk membantu kesembuhan pasien

Mungkin, karena TBC menular melalui udara, terutama apabila ada pasien TBC yang belum diobati di lingkungan tersebut.

  • Mendampingi anak yang berada disekitar orang dengan TBC dewasa memeriksakan diri ke Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes)
  • Penegakkan Diagnosa TBC anak ditetapkan oleh dokter di Puskesmas/Fasyankes lain
  • Pastikan pengobatan TBC dilakukan secepatnya jika sudah dipastikan sebagai anak yang sakit TBC
  • Bila anak balita ternyata tidak TBC, pastikan anak disekitar TBC Dewasa diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT)
  • Pastikan sumber penularan yang ada disekitar anak telah memeriksakan diri / mendapat pengobatan OAT
  • Prosedur Skrining Mandiri My Besti

    Designed by stories / Freepik

    Pengisisan Form Skrining Mandiri

    Pengguna akan diberikan form untuk diisi sesuai dengan kondisi pengguna

    Designed by stories / Freepik

    Proses Pengolahan Data Skrining

    Pengguna akan diberikan form untuk diisi sesuai dengan kondisi pengguna.

    Designed by stories / Freepik
    Designed by stories / Freepik

    Hasil Pengisian Skrining Mandiri

    Setelah diproses sistem, hasil akan keluar pada halaman berikutnya.